Closing MPLS SMK Muda Malang Murid Barunya Siap Jaga Budaya Karya-Lanjutkan Tradisi Juara
Kategori
Info semua Jurusan
Dipublikasikan 17 juli 2026
Dibaca Oleh 66 Orang
MALANG- SMK Muhammadiyah 2 Malang dikenal SMK Muda menutup kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tahun ajaran 2026-2027 dengan berbagai kegiatan mulai spiritual, kesehatan, hingga seni budaya. Dijelaskan Direktur SPMB SMK Muda Malang, Mochammad Wahid Muslim Ramadhan, S.Pd, penutupan MPLS atau Fortasi SMK Muda Malang (17/7) 2026 disambut murid baru antusias sesuai dengan tema yang ditetapkan Gembira Berkarya.
Kepala SMK Muda Malang, ustadz Lukman Hakim, M.PdI, menyampaikan pesan penutupan MPLS.
Wahid mengatakan penutupan MPLS murid baru SMK Muda Malang diawali dengan 5S (senyum, sapa, sopan, dan santun) sebagai karakter dasar dalam mewujudkan program ASRI (Aman Sehat Ramah Indah) di SMK Muda Malang. Kegiatan ini dikaitkan dengan program nasional Anak Indonesia Hebat dan Karakter Kuat G7KAIH yang memuat tujuh kebiasaan baik seorang pelajar.
Nah masih terkait dengan hal ini, Kepala SMK Muda Malang, ustadz Lukman Hakim, M.PdI, menyampaikan pesan kepada murid baru selama pelaksanaan MPLS merupakan materi yang harus diterapkan dalam kehidupan bersekolah sehari-hari. Sebab selama MPLS murid baru ditempa dan dibentuk karakternya untuk semanagt belajar, percaya diri, dan pantang menyerah dalam meraih sukses masa depan yang penuh dengan tantangan teknologi global.
Penyampaian sesi keputrian.
Ustadz Lukman menegaskan, murid baru selama MPLS juga sudah dibekali bagaimana saling menghargai antara sesama, toleransi pada perbedaan, menumbuhkan kebersamaan, hingga komitmen mewujudukan sekolah yang nyaman, aman, dan tertib. Dengan implemnetasi hasil MPLS ini diharapkan murid baru dapat melanjutkan estafet prestasi para alumni yang sudah menjadi tradisi sukses BMW (Bekerja Melanjutkan (kuliah), Wirausaha).
Menindaklanjuti pesan pimpinan SMK Muda Malang, kegiatan MPLS dilanjutkan dengan panggung seni dan demo ekstrakurikuler. Seperti Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, dan beberapa organisasi otonom Muhammadiyah (ortom) seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Usai aksi masing-masing ektrakurikuler dilanjutkan sholat Jum’at (bagi siswa laki-laki) sementara dan siswa perempaun mengikuti kegiatan keputrian.
Penyampaian ekstrakurikuler dan motivasi kesuksesan pada murid baru di sesi penutupan MPLS.
Khusus keputrian ini, tambah Wahid tujuannya pelajar putri bisa mendapatkan pengetahuan dan ilmu tentang kewanitaan berdasarkan fikih wanita dan bagaimana akhlak yang seharusnya dimiliki.
Program keputrian adalah sebuah kegiatan yang berisi materi kewanitaan dan disampaikan oleh guru sebagaimana pemberian pelajaran di kelas. Metode pemberian materi bermacam-macam, misalnya memakai video, tanya jawab, cerita, ceramah dan sebagainya.
Adapun fungsi program keputrian yang utama adalah memberikan pengetahuan dan wawasan yang benar tentang segala hal yang berhubungan dengan kewanitaan, baik yang umum maupun khusus. (don)