Direktur PPDB SMK Muda, Muhammad Wahid Ramadhan, S.Pd, menjelaskan program tersebut diberi nama Sekolah Sak Ngajine (SSN) diikuti seluruh siswa SMK Muda dengan mengaji tahsin metode UMMI.
Suasana tahsin metode UMMI di SMK Muda, Sekolah Sak Ngajine.
Setiap siswa saat program SSN ini dikelompokkan sesuai dengan kemampuan dalam membaca Al Qur’an. Kelompok pertama untuk siswa yang sudah mahir baca Al Qur’an, kelompok kedua sedang-sedang saja membacanya, serta kelompok ketiga masih gratul-gratul (belum lancar) membacanya.
Diharapkan program SSN penguatan tahsin Al Qur’an ini menjadikan siswa lebih unggul lagi dalam bidang baca tulis Al Qur’an serta lebih kuat dalam spiritual mentalnya. Sebab metode UMMI tidak sekedar membaca Al Qur’an sekaligus penguatan ke-islam-an.
Siswa SMK Muda antusias ngaji tahsin metode UMMI.
Sekedar diketahui, lanjut Wahid dipilihnya metode UMMI karena mempunyai keunggulan adalah bisa menumbuhkan minat, motivasi dan retensi siswa dalam memahami pembelajaran Al-Quran. Selain itu juga efektif sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran aktif bagi siswa dalam mengeja dan membaca huruf-huruf.