Kategori Info semua Jurusan
Dipublikasikan 15 juli 2026
Dibaca Oleh 76 Orang

MALANG- Hari ketiga (15/7) 2026 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)  SMK Muhammadiyah 2 Malang dikenal (SMK Muda) murid baru dibekali tiga materi utama. Yakni tentang belajar efktif, kebencanaan, sedangkan materi terakhir terkait perudungan. Melalui Direktur SPMB SMK Muda Malang, Mochammad Wahid Muslim Ramadhan, S.Pd, tiga materi ini sangat penting disosiliasikan agar murid baru sejak awal dapat menumbuhkan rasa nyaman dan aman di dalam lingkungan sekolah. 

Narasumber ketika menyampaikan materi tentang Identifikasi dan Asessemen Belajar Murid.

Dimulai dengan Gerakan 5S (senyum, sapa, sopan, dan santun), murid baru langsung melanjutkan materi tentang Identifikasi dan Asessemen Belajar Murid yang disampaikan oleh Halimatus Sa’diyah, S.Hum, M.Pd. Materi tersebut tentang bagaimana seorang murid dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru selama sekolah. Dari pengetahuan tersebut murid dapat mengumpulkan informasi untuk menambah wawasan dan kompetensi yang dimiliki setiap pribadi. Hal ini diperkuat dengan program sekolah kurikulum, serta kebijakan lain agar murid SMK Muda Malang sukses BMW (Bekerja, Melanjutkan (kuliah), Wirausaha). 

Penyampaian materi oleh tim Maharesigana UMM tentang Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah atau dikenal SPAB. 

“Nah berdasarkan hal ini diperlukan pendampingan atau bimbingan sekolah (asesmen) agar murid mengalami kemajuan dalam belajar sehingga sukses setelah lulus,” ujar Wahid.

Materi berikutnya, kata Wahid Adalah Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah atau dikenal SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) yang disampaikan oleh tim Maharesigana (Mahasiswa Siaga Bencana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Secara umum materi ini tentang bagaimana mewujudkan sekolah tanggap ketika terjadi peristiwa bencana alam. 

Murid baru SMK Muda Malang  foto bersama dengan tim Maharesigana UMM. 

Terakhir, tandas Wahid materi ditutup dengan tema Anti Bulying Dengan Budaya 5S dan Gerakan Rukun Sesama Teman. Materi ini disampaikan oleh nara sumber M. Khilmi Firdaus, S.Psi, Gr. Dalam pembahasannya ada dua hal yang dijelaskan. Pertama tentang 5S merupakan sikap murid untuk menumbuhkan kenyaman dalam lingkungan sekolah khususnya pergaulan antar teman. Sehingga muncul lingkungan harmonis karena murid dengan karakter 5S saling menghormati dan memahami kondisi masing-masing pribadi. 

Materi Anti Bulying Dengan Budaya 5S dan Gerakan Rukun Sesama Teman.

Atas dasar 5S pula diperkuat dengan Gerakan Rukun Sesama Teman yang dicetuskan SMK Muda Malang agar lingkungan sekolah harmonis dan tentram.  Sebab sekolah memiliki budaya saling menghargai, nyaman, sehingga bebas bulying. Dalam gerakan ini murid Adalah penggerak utama saling mengingatkan, saling memotivasi, agar kesuksesan yang diraih merupakan kesuksesan bersama karena guru, murid, dan lingkungan sekolah saling bergerak guyub rukun. 

Penguatan spiritual melalui shalat berjama'ah.

Seperti dalam QS. Al Hujurat ayat 11 yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. (don)

foto=foto MPLS SMK Muda Malang bisa dilihat di galeri web https://smkm2.sch.id

Dipublikasikan Oleh: Nabila
Bagikan artikel ini:
Muhammadiyah
Bank BRI
Royal ATK
PT. Cipta Sarana Cedekia
Ramayana
Awesam
testing
ROYAL OLE-OLE
MALANG STRUDEL
MALL DINOYO CITY
TELKOM
MASPION IT
TRANSMART