Tingkatkan Kesadaran Anti Bullying, 15 Siswa SMK Muda Tiga Hari Advo Asik Camp Batch Malang
Kategori
Info semua Jurusan
Dipublikasikan 24 agustus 2025
Dibaca Oleh 134 Orang
MALANG – Belasan siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang (SMK Muda) menjadi delegasi sekolahnya untuk mengikuti ADVO ASIK CAMP #HAPPYTANPABULLY Batch Malang. Hal ini dijelaskan guru Bimbingan Konseling (BK) SMK Muda, Yadis Putra Ardiansyah, S.Psi, bahwa sebanyak 15 siswa dan satu guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi delegasi kegiatan tersebut (22-24/8) 2025.
Menurut Yadis, kegiatan ini bertempat di Malang dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai sekolah dengan tujuan utama menumbuhkan kesadaran anti perundungan (bullying) di kalangan pelajar.
Suasana siswa SMK Muda ketika melakukan diskusi tentang topik anti bullying.
Acara dibuka pada Jumat (22/8) dengan launching dan opening ceremony, dilanjutkan dengan seminar pendidikan karakter dan kewirausahaan. Para peserta kemudian mengikuti sesi Orientasi Pohon Kekerasan, serta materi penting mengenai dampak dan bahaya bully dan mengenal bibit bullying. Pada malam hari, kegiatan ditutup dengan pemaparan mengenai relasi kuasa dan anatomi bully.
Perwakilan siswa SMK Muda menyampaikan pesan dan kesan setelah ikut kegiatan.
Hari kedua, kata Yadis, Sabtu (23/8), peserta memulai aktivitas dengan olahraga pagi, refleksi, dan materi mengenai deteksi dini cegah sebelum terjadi. Sesi dilanjutkan dengan metode Design for Change (Feel, Imagine & Do), di mana siswa diajak untuk berpikir kreatif mencari solusi pencegahan bullying. Pada malam harinya, peserta berpartisipasi dalam acara Peace Café yang menumbuhkan suasana kebersamaan, kedamaian, dan refleksi pengalaman.
“Kegiatan ini ditutup pada Ahad (24/8) 2025, kegiatan diisi dengan olahraga, sarapan bersama, pembuatan serta penjelasan Rencana Tindak Lanjut (RTL), lalu diakhiri dengan penutupan acara,” ujar Yadis.
Delegasi SMK Mulang bersama delegasi sekolah lain usai kegiatan ADVO ASIK CAMP #HAPPYTANPABULLY Batch Malang.
Yadis sebagai guru BK SMK Muda yang mendampingi siswa menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak bullying, serta menanamkan semangat kepada siswa untuk menjadi agen perubahan di sekolah.
Dengan mengikuti kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Antusias siswa SMK Muda ketika mengikuti kegiatan.
Salah satu peserta dari SMk Muda Malang, Ridho kelas XI TKJ (Teknik Komputer Jaringan), mengungkapkan dirinya mengikuti kegiatan ini menjadi lebih paham bahwa bullying itu bukan hanya fisik, tapi juga bisa lewat ucapan atau perlakuan sehari-hari. Setelah ikut camp ini, siap mengajak teman-teman di sekolah supaya lebih peduli dan tidak saling merendahkan.
Peserta lain, Tamara kelas XI jurusan AKL (Akuntansi Keuangan Lembaga), menambahkan selama mengikuti kegiatan ini , paling berkesan bagi saat sesi Peace Café, karena di situ bisa saling berbagi cerita dan belajar memahami perasaan orang lain. Dirinya merasa lebih termotivasi untuk ikut menciptakan sekolah yang nyaman dan tanpa bullying. (yds/don)