SMK Muhammadiyah 2 Malang

Jl. Baiduri Sepah 27 Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang 65144

Berwawasan, Berkarakter dan Terampil

CoE SMK Muda Bring Real Industry To School

Senin, 21 September 2020 ~ Oleh administrator ~ Dilihat 32 Kali

TABLOIDMATAHATI.COM, TLOGOMAS-Bantuan Rp. 2,2 miliar dari Kemendikbud kepada SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang disingkat SMK Muda, langsung ditindaklanjuti dengan penataan fasilitas dan kompetensi sumber daya manusia. Penataan dijelaskan Waka Humas SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Lukman Hakim, S.PdI, M.HI, kemarin.

Dijelaskan Lukman Hakim disapa Lukman, yaitu peningkatan kompetensi dalam bantaun COE (Centre of Exellence) Hospitallity  ini program up-skilling dan re-skilling  guru SMK Muda untuk dapat mengasah dan mengikuti perkembangan  dan permintaan industri. Sehingga antara SMK Muda dalam hal ini sebagai mitra industri ada keselarasan dunia pendidikan dengan DUDI (dunia usaha dan dunia industri.

CoE SMK Muda Bring Real Industry To School 1
Salah satu pejabat Kemendikbud ketika ngetes siswa SMK Muda di kelas dunia industri akuntansi dan perpajakan.

Lukman mengungkapkan, rogram ini bentuk terobosan program Pernikahan Massal atau link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan DUDI agar menghasilkan lulusan yang unggul. Itu sebabnya kurikulum yang digunakan tentu saja antara kurikulum dunia industri dan kurikulum pendidikan, yang mencakup pemenuhan kompetensi hard skill dan soft skill secara seimbang.

Lukman menegaskan guru SMK Muda nanti akan mengikuti program tersebut. Bentuknya dapat magang industri, workshop, pelatihan, hingga sertifikasi. Bukan itu saja, SMK Muda juga menghadirkan guru yang berasal dari praktisi industri untuk mengajar siswa SMK Muda sesaui keahlian industri yang dikuasainya.

CoE SMK Muda Bring Real Industry To School 2
Guru praktisi industri PT Ramayana ketika mengajar di kelas Bisnis Daring Pemasaran di SMK Muda Kota Malang.

“Sebab perkembangan teknologi industri cepat, SMK harus mampu beradaptasi dengan pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual dengan industri. Salah satunya dilakukan melalui skema pembelajaran project by learningatau bring industry to school,” tandas dosen Agama Islam Kemuhammadiyahan UMM ini.

Berdasarkan hal ini, tandas Lukman, guru SMK Muda nanti bukan hanya mengajar, tetapi juga sebagai mentor, fasilitator, motivator, dan coach yang dapat mengubah nobody menjadi seorang superstar. Para guru nanti harus mampu membangkitkan anak (siswa) menjadi kompeten setelah lulus SMK, baik secara prestasi, leadership, ability, dan kemampuan komunikasi. (foto/editor: doni osmon)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Hj. Nur Cholis, S.Pd

Assalamu'alaikum Wr. Wb Selamat datang Di Web SMK Muhammadiyah 2 Malang yang beralamatkan di JL. Baiduri Sepah No.27 Tlogomas Lowokwaru…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah anda merasa puas dengan website ini?

LIHAT HASIL